Buku ini diunggah saat malam menjelang hari pendidikan nasional, merupakan koleksi buku-buku pendidikan yang menginap di rak buku warung buku (nama gudang penyimpan buku saya). banyak buku yang membicarakan sekolah yang membebaskan, namun khusus yang satu ini sangat mudah dicerna. Contoh contoh yang ada disekitar lebih memahamkan.
Tuesday, May 1, 2012
BUKAN GURU BIASA
Buku ini lahir untuk memberikan semangat, atau mungkin lebih tepat menyemangati untuk menghindari citarasa menggurui. Bagaimana guru menjadi profesional yang bukan biasa-biasa saja, tapi lebih dahsyat. Siswa barangkali sering kena korban ketika guru menjalankan profesinya setengah- setengah, itupun masih ditambah dengan sikap guru yang menganggap sebagai batu loncatan saja.
Buku ini banyak bertutur sikap dan tanggung jawab yang harus dimainkan guru.
Kata buku yang dimasud bukan Guru biasa, jikan dan jika seorang Guru "mampu merancang susana pola belajar yang menyenangkan", anatara lain di implementasikan berupa:
1. Mampu membuat Silabus yang menarik
2. Mampu membuat RPP yang kontekstual
3. Melakun pendekatan yang efektif saat berlangsungnya Proses Belajar Mengajar
4. Memnagun suasana kelas yang menyenangkan
5. Banyak kiat dan memiliki variasi Tips dalam menghidupkan kelas
6. Mampu menggunakan dan mendesain media yang kreatif
7. Memanfaatkan Fasilitas Perpustakaan
8. Mampu mendayagunakan Fasilitas Laboratorium.
tentunya masih banyak lagi. Ada point-point besar diuraikan dalam buku ini antara lain:
Kata buku yang dimasud bukan Guru biasa, jikan dan jika seorang Guru "mampu merancang susana pola belajar yang menyenangkan", anatara lain di implementasikan berupa:
1. Mampu membuat Silabus yang menarik
2. Mampu membuat RPP yang kontekstual
3. Melakun pendekatan yang efektif saat berlangsungnya Proses Belajar Mengajar
4. Memnagun suasana kelas yang menyenangkan
5. Banyak kiat dan memiliki variasi Tips dalam menghidupkan kelas
6. Mampu menggunakan dan mendesain media yang kreatif
7. Memanfaatkan Fasilitas Perpustakaan
8. Mampu mendayagunakan Fasilitas Laboratorium.
tentunya masih banyak lagi. Ada point-point besar diuraikan dalam buku ini antara lain:
- MERANCANG SUASANA POLA BELAJAR YANG MENYENANGKAN
- MENGENAL DAN MENGATASI BERAGAM MASALAH SISWA
- M,ENJADI GURU YANG BAIK INSPIRATIF DAN KREATIF
- MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN
- KUNCI RAHASIA MENJADI GURU IDAMAN
- MEMOTIVASI BELAJAR SISWA MELAKLUI KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA SISWA
JUDUL : Bukan Guru Biasa
PENULIS: Imas Kurniasih , Spd.I
PENERIBIT : ARTA PUSTAKA e-mail, artapustaka@yahoo.com
ISBN : 978-602-98383-9-8
HALAMAN: vi + 124
CETAKAN: 2012
[]
Wednesday, April 25, 2012
BE AT GREAT TEACHER
Menuju guru hebat perlu cermat, sekitar 46 kiat yang membabat penghambat. Buku ini meneladani kita itu sampai pada tujuan mulia itu. Seorang guru harus penuh strategi, harus berbalut seni agar menambah daya pikatnya ke siswa. Seorang guru yang hanya mengajar, untuk menyampaikan pesan pengetahuan, sesungguhnya telah kehilangan rokhani pribadi. Lebih dari itu Guru harus mampu menjadi sumber inspirasi. Sungguh merupakan keganasan yang harus disingkirkan, jika kita hanya pada sisisi mengajar tanpa sensasi mendidik. Ke 46 kiat yang ada dibuku ini membekali, olehkarenananya perlu ditimba.
Dari pendahuluan buku ini sudah memberikan peringatan, karena di jaman seperti ini masih banyak dijumpai guru bertipe jaman dulu. Kata pendahuluan menuliskan ada tipe Guru Jadul yang konservatif dan enggan meng- up date diri. Lalu ada Guru Kurang Wawasan disamping membosan dan kurang menyenangkan kadang menjadi pabrik ketegangan. Juga ada Guru Killer, bak penjaga penjara, hukuman di kedepankan dan mahal akan pujian. Mungkin dari prototipa itu Barnawi merespon dengan 46 kiat agar profesi guru tak identik dengan UGD (unit Gawat Darurat).
Kafe Guru menyarankan agar baca buku ini, tidak harus beli, mungkin diperpustakaan akan dijumapi. Tapi jika membeli juga tidak rugi, karena buku ini sangat peduli terhadap profesi.
Salam hormat Kafe Guru pada penulis buku ini, semoga sehat dan tetap menjadi insan peduli pendidikan hingga nanti.
Data buku
JUDUL : Be A GREAT TEACHER
PENULIS : Barnawi
PENERBIT Ar-Ruzz Merdia. Jl. Anggrek 126 Sambilegi, Maguwaroharjo, Depok Sleman, Yogyakarta v55282. Telp/Fax (0274) 488132. E-mail: arruzzwacana@yahoo.com.
ISBN : 978-979-25-4909-06
Dari pendahuluan buku ini sudah memberikan peringatan, karena di jaman seperti ini masih banyak dijumpai guru bertipe jaman dulu. Kata pendahuluan menuliskan ada tipe Guru Jadul yang konservatif dan enggan meng- up date diri. Lalu ada Guru Kurang Wawasan disamping membosan dan kurang menyenangkan kadang menjadi pabrik ketegangan. Juga ada Guru Killer, bak penjaga penjara, hukuman di kedepankan dan mahal akan pujian. Mungkin dari prototipa itu Barnawi merespon dengan 46 kiat agar profesi guru tak identik dengan UGD (unit Gawat Darurat).
Kafe Guru menyarankan agar baca buku ini, tidak harus beli, mungkin diperpustakaan akan dijumapi. Tapi jika membeli juga tidak rugi, karena buku ini sangat peduli terhadap profesi.
Salam hormat Kafe Guru pada penulis buku ini, semoga sehat dan tetap menjadi insan peduli pendidikan hingga nanti.
Data buku
JUDUL : Be A GREAT TEACHER
PENULIS : Barnawi
PENERBIT Ar-Ruzz Merdia. Jl. Anggrek 126 Sambilegi, Maguwaroharjo, Depok Sleman, Yogyakarta v55282. Telp/Fax (0274) 488132. E-mail: arruzzwacana@yahoo.com.
ISBN : 978-979-25-4909-06
Saturday, March 10, 2012
PERJUANGAN PGRI
- Mengusulkan kenaikan gaji pada tahun 1999 kepada Presiden, dan hasilnya gaji PNS naik Rp 155.250,00.
- Tahun 2000 PGRI mengusulkan tunjangan pendidikan bagi guru, hasilnya tunjangan fungsional guru naik 150%.
- Mengusulkan honor guru wiyata bakti, hasilnya guru wiyata bhakti baik di sekolah negeri maupun swasta mendapat tunjangan dari pemerintah sebesar Rp 75.000,00 per bulan.
- Memperjuangkan bantuan untuk sekolah swata, hasilnya bantuan pendidikan untuk sekolah swata mengalami peningkatan yang signifikan.
- Mengusulkan agar guru TK mendapat perhatian, hasilnya ada Direktur PAUD, pengangkatan guru TK dan peningkatan kesejahteraan guru TK.
- Mengusulkan agar tunjangan beras PNS diganti dengan uang agar tidak merugikan PNS. Hasilnya sekarang PNS telah menerima tunjangan beras dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan bersamaan dengan penerimaan gaji.
- Pemaksimalan penggunaan ASKES agar dapat digunakan di RS Swata. Hasilnya sekarang ASKES bida digunakan di RS Swata.
- Untuk kenaikan golongan IV/a ke atas ditinjau kembali agar tidak diproses sampai ke pusat sehingga memakan waktu lama. Hasilnya kenaikan pangkat IV/a ke atas cukup di tingkat Provinsi, kecuali guru di lingkungan Departemen Agama tetap di pusat.
- Tunjangan THR dan tambahan kesejahteraan bagi guru. Hasilnya pemerintah kabupaten/kota telah mencairkan tunjangan THR dan dana kesejahteraan bagi seluruh PNS di jajarannya.
- Rekruitmen PNS khususnya guru, hasilnya dilakukan secara nasional. Mengusulkan agar Guru GTT di sekolah negeri diangkat menjadi PNS. Hasilnya guru kontrak secara otomatis diangkat menjadi PNS meskipun secara bertahap. Bahkan di Depag seluruh data guru yang masuk dalam data Dbase secara bertahap akan diangkat menjadi PNS.
- Perlindungan dan pembelaan terhadap anggota PGRI yang tersandung masalah hukum oleh LKBH tanpa dipungut biaya.
- Mengawal dan mendorong lahirnya UU Sisdiknas.
- Mendesak lahirnya PP tentang Sisdiknas.
- Mengusulkan agar guru ditangani oleh sebuah badan independen langsung di bawah presiden.
- Mengusulkan adanya sistem penggajian guru tersendiri pada pemerintah.
- Mengusulkan kenaikan tunjangan fungsional guru.
- Mengusulkan sistem pembinaan PNS secara nasional, termasuk pemberian kesejahteraannya.
- Mengusulkan agar jabatan struktural di bidang pendidikan ditempati oleh pegawai yang menguasai bidang pendidikan, meniti karir, dan berlatar belakang pendidikan.
- Telah ikut secara aktif yang berada di barisan paling depan jajaran organisasi guru dan bekerja sama dengan organisasi politik yang memiliki otoritas, berusaha menyiapkan dan memperjuangkan UU Guru dan Dosen. Secara kelembagaan perjuangan untuk melahirkan UUG dan D telah dimulai pada saat konggres ke XVIII tahun 1998 di Lembang, Bandung. Sebelumnya baru berupa wacana yang berkembang sejak tahun 1960.
- Mengawal dan mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan PP tentang Guru sesuai dengan amanat UU GD, hiingga terbitlah Permendiknas No. 18/2007 tentang pelaksanaan sertifikasi guru.
- PGRI selama ini menjadi mitra aktif, strategis, dan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah tentang pendidikan, terutama yang terkait dengan kebijakan tentang guru.
- Mengawal agar pelaksanaan sertifikasi guru tidak menciderai kepentingan guru di dalam berkarya dan memperoleh hak-haknya.
- Mensosialisaikan tentang pelaksanaan sertifikasi guru dari tingkat pusat hingga cabang (tingkat kecamatan).
- Mengawal pelaksanaan sertifikasi guru secara objektif dan transparan.
- Menerima sejumlah pengaduan dan melaksanakan kajian terhadap kemungkinan model pelaksanaan sertifikasi guru yang lebih bermutu, efisien dan memenuhi rasa keadilan guru.
- Melakukan kajian terhadap peningkatan profesi dan kesejahteraan guru.
- Mengawal penerimaan tunjangan profesi guru.
- Perjuangan yang paling hangat dan merupakan kemenangan PGRI adalah lahirnya keputusan Mahkamah Konstitusi RI nomor 026/PUU/III/2005 yang menetapkan batas tertinggi dalam APBN tahun 2006 sebesar 9,1% untuk pendidikan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan bertentangan dengan pasal 31 UUD 1945.
- Menuntut kepada pemerintah untuk memberikan uang lauk pauk kepada semua PNS termasuk guru.
Monday, January 30, 2012
RSBI ADA YANG MEMUJA ADA YANG MENCELA
Baru saja pulang mengikuti Konferensi Kerja Nasional PGRI di Bandung ternyata menemukan pro-kontra tentang RSBI - Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, malah secara vulgar Konferensi melalui "Pernyataan Sikap" mendesak pemerintah meninjau ulang. Sejatinya RSBI itu lahir mulia dan dengan niatan yang bagus. Tentunya dalam praktik berbeda-beda, ada yang bermutu, tapi juga ada yang bikin pilu. Tapi anehnya banyak yang mencela, karena kenyataannya RSBI dan non RSBI tak jauh beda, alias beda-beda tipis saja. Ada yang bilang kalau RSBI dinyatakana tak ada mutu yang signifikan, terlalu, karena program ini masih taraf proses.Sisi lain ada yang mengatakan, muncul sikap diskriminasi perlakuan. RSBI menjadi putera mahkota dengan sulutan dana yang aduhai. Alias RSBI hidupnya karena dimanja.
BENARKAH RSBI DI MANJA?
Banyak yang mengatakan RSBI sering mendapat suntikkan vitamin, bahkan suplementnya berlebihan, bahkan punya otoritasi untuk mencari tambahan.
Dari nama saja sudah timbul sakwasangka, RSBI lebih superior, dan membuat kelas-kelas dalam masyarakat pendidikan. Sisi lain juga menggambarkan bahwa RSBI asupannya lebih tinggi, maka banyak sekolah berkejar-kejaran untuk menjadi sekolah berlabel RSBI.
YANG SEHARUSNYA.
RSBI tidak usah didukung dana, karena label RSBI sudah merupakan modal. Bahkan nama RSBI yang mengandung kata bertaraf International, maka sudah canggih dan enteprenuershipnya tak diragukan.
BENARKAH RSBI DI MANJA?
Banyak yang mengatakan RSBI sering mendapat suntikkan vitamin, bahkan suplementnya berlebihan, bahkan punya otoritasi untuk mencari tambahan.
Dari nama saja sudah timbul sakwasangka, RSBI lebih superior, dan membuat kelas-kelas dalam masyarakat pendidikan. Sisi lain juga menggambarkan bahwa RSBI asupannya lebih tinggi, maka banyak sekolah berkejar-kejaran untuk menjadi sekolah berlabel RSBI.
YANG SEHARUSNYA.
RSBI tidak usah didukung dana, karena label RSBI sudah merupakan modal. Bahkan nama RSBI yang mengandung kata bertaraf International, maka sudah canggih dan enteprenuershipnya tak diragukan.
Friday, January 27, 2012
MENDAYAGUNAKAN KATA BIJAK UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER
Kata-kata Bijak, kata-kata Mutiara, Pepatah,.......adalah media yang sangat repersentatip digunakan untuk pendidikan karakter bangsa. Karena disamping sifatnya universal, kata-kata bijak, kata-kata mutiara atau pun pepatah lahir karena sebuah perenungan yang lama, dan merupakan produka tangkapan manusia atas fenomena yang dilihatnya. Kata-kata itu bermuatan nilai-nilai, dan kalimatnya tak terlalu panjang, serta mudah karena bahasanya indah. Ini perlu dicermati ulang dari pada mencari-cari indikator yang tak pasti.
Memang ketika jadi terperanga ketika pendidikan karekater menjadi pembicara dari seminar-ke seminar, bahkan opini bertebaran di media masa setiap hari. Serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga pasanga badan agar suksesnya niatan ini. Tentunya pandangan mengenai pendidikan karakater banyak perbedaan, bahkan ada yang setuju juga ada yang galau, namun yang lebih penting adalah melihat pendidikan karakter dari niat awalnya. Dalam hal ini niata awalnya sudah layak diapreasiasi, dan sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana grand desaign-nya. Blog Bandar Kata-kata bijak menyarankan, bahwa kata-kata bijak merupakan sumber inspirasi yang dahsyat dalam pendidikan karakter.
Thursday, January 26, 2012
UJI KOMPETENSI GURU, YANG NGGAK BISA MAKIN MERANA
Ada sebuah kebijakan yang bikin nyeri hati, dan kadang bikin stres terbawa mati. Kebijakan itu bernama UJI KOMPETENSI. Konon uji kopetensi ini digunakan sebagai sebagai Gate-way (pintu gerbang) memasuki sertifikasi Guru. Inilah yang ditafsir sebagai bentuk aktivitas keliru bin keliru. Karena siapa saja yang ingin lulus sertifikasi guru harus melalui lulus uji kompetensi. Kenyataan ini membuat banyak guru yang stres, bahkan ada yang terlanjur untuk apatis. Memang saat ini ada keinginan untuk meningkatkan profesionalitas, dan berdaya.
Selayaknya uji kompentsi justru digunakan untuk "Analisa Kebutuhan" (Need Assessment), bahkan digunakan memetakan kompetensi guru. Dari Neeed Assessment ini akan diketahui kebutuhan dan apa saja yang dibutuhkan melatih guru, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai silabus atau kurikulum minimal untuk meningkatkan profesionalitas guru. Banyak yang didapat ketika Uji Kompentensi difungsikan secara benar, sehingga ketika melatih guru akan sesui apa yang dibutuhkan.
Lalu sangat tragis jika yang tidak lolos uji kompetensi lalu lunglai dan tidak dapat ikut sertifikasi (PPG). Nah,.....inilah yang membuat guru merana.
Sebenarnya justru yang tak lulus Uji Kompentensi yang patut mendapatkan perhatian.
Selayaknya uji kompentsi justru digunakan untuk "Analisa Kebutuhan" (Need Assessment), bahkan digunakan memetakan kompetensi guru. Dari Neeed Assessment ini akan diketahui kebutuhan dan apa saja yang dibutuhkan melatih guru, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai silabus atau kurikulum minimal untuk meningkatkan profesionalitas guru. Banyak yang didapat ketika Uji Kompentensi difungsikan secara benar, sehingga ketika melatih guru akan sesui apa yang dibutuhkan.
Lalu sangat tragis jika yang tidak lolos uji kompetensi lalu lunglai dan tidak dapat ikut sertifikasi (PPG). Nah,.....inilah yang membuat guru merana.
Sebenarnya justru yang tak lulus Uji Kompentensi yang patut mendapatkan perhatian.
INGAT DALAM PENDIDIKAN,......YANG DIPERHATIKAN ITU ADALAH ORANG YANG "EKOR"/PALING BELAKANG, KARENA ORANG YANG PALING EKOR JIKA BERHASIL MENJADI KAWAN SEJATI YANG BERBAKTI.
[]
Subscribe to:
Posts (Atom)






