Google

Monday, July 23, 2012

GURU SEPERTI HANDYCAM

KONTRIBUTOR :

Nama                   : Aditya Roli Putra
Kelas / NIM         : III B / 118000107
Jurusan : PGSD 2011
Guru sebagai handycame yaitu seseorang yang mampu menerangi jiwa muridnya dalam mencari ilmu di sekolah, serta dapat memfokuskan anak didiknya yang mampu berdisiplin dan mempunyai berbudi luhur yang baik. Masyarakat menempatkan guru pada tempat lebih terhormat dilingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti bahwa berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia indonesia seutuhnya yang berdasarkan pancasila. Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi suatu bangsa yang membangun, terlebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintasan perjalanan  jaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergesekan nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri. Sejak dulu, dan mudah-mudahan sampai sekarang guru menjadi panutan masyarakat guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruangan kelas, tapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Kedudukan guru yang demikian itu senantiasa relevan dengan jaman  dan sampai kapanpun di perlukan. Kedudukan seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang tidak kecil artinya bagi para guru, sekaligus merupakan tantangan yang menuntut prestasi yang senantiasa teruji dari setiap guru  bukan saja didepan kelas, tidak saja dibatas pagar sekolah tetapi di tengah masyarakat.
Seorang guru diharapkan mampu untuk merekam segala aktivitas anak didiknya di dalam kelas maupun di luar kelas. Apabila anak didiknya mengalami suatu permasalahan maka seorang guru wajib untuk memberikan penerangan kepada anak didiknya agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dan tidak membebani anak didiknya.
Bilamana menginginkan karakter yang berbudi luhur yang perlu diperhatikan pertama kali adalah karakter yang dimiliki oleh guru tersebut. Karakter guru harus mencerminkan yang baik untuk muridnya. Ibarat sebuah wadah yang bersih maka ilmu apapun dapat diserap dengan baik, agar dalam menempuh kehidupan ini dapat memperoleh berkah dan hidayah dari Allah SWT, oleh karena itu Allah SWT berjanji kepada semua makhluk yang beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT : “Apabila setiap umatku (guru / siswa) yang mencari ilmu maka Aku tambah dan Aku (Allah SWT) limpahkan rahmat yang datangnya tidak dapat diperkirakan sebelumnya”.
Dalam penggalan arti diatas menunjukkan bahwa setiap manusia (guru / siswa) yang beriman yang sedang mencari ilmu merupakan jalan yang diridhoi oleh Allah SWT, sehingga tidak ada yang dirugikan dan Allah SWT akan melimpahkan karuniaNya kepada orang yang mencari ilmu.  Dan sebagaimana dijelaskan dalam Hadist Rasulullah “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina”.
Ilmu tidak memandang usia bilamana kuat untuk menuntut ilmu maka hukumnya wajib baginnya. Jadi sebagai guru juga wajib mencari ilmu agar ilmunya dapat bermanfaat bagi anak didiknya sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai intelegensi yang tinggi dan memiliki moral yang berbudi luhur.

Thursday, July 12, 2012

GURU SEPERTI AIR LAUT


Nama        :  Nuril Mahmudin                                                     
Nim           : 118000023/ 2011 c

Guru itu seperti air laut yang memberikan begitu banyak berkah dan manfaat bagi sekitarnya. Air merupakan sumber kehidupan yang perananya sangat dominan bagi kelangsungan hidup. Begitu pula dengan seorang guru, meskipun bukan merupakan sumber, tapi guru merupakan perantara yang peranannya tak kalah penting  terhadap perkembangan anak bangsa dimasa yang akan datang. Dengan adanya guru maka pendidikan akan lebih mudah berjalan, ilmu akan lebih muda diperoleh, dan proses pembelajaran pun akan mengarah ke arah yang benar.
Air laut memberikan nyawa kehidupan begitu pula dengan seorang  guru. Guru pun memberikan nyawa kehidupan dengan ilmu yang dimilikinya. Ilmu yang diajarkan kepada anak-anak didiknya bertujuan untuk mengembangkan dan mengarahkan kehidupan mereka yang nantinya akan berguna bagi diri mereka sendiri dan bagi orang lain.
Jernih air laut memberikan gambaran betapa bersih dan betapa indah kehidupan didalamnya, ibaratkan seorang guru yang memiliki niat suci untuk mendidik muridnya. Guru ingin melihat anak-anak  didiknya menjadi seorang yang sukses, berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat. Tak ada satupun guru yang ingin melihat anak didiknya gagal dan berhenti ditengah jalan. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas utama seorang guru, masa depan akan ditentukan oleh para generasi muda yang akan datang, anak-anak memiliki jiwa dan hati yang masih suci dan jernih seperti air laut. pemupukan diri harus dilakukan sejak usia dasar karena hal itulah yang akan sangat menentukan nantinya. Apabila seorang anak diarahkan ke arah hal yang positif maka anak akan dapat menjadi pribadi yang baik begitu pula sebaliknya. oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa, untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang diimpikan .

Laut memilik wilayah yang luas sejauh mata memandang tak kan ditemukan ujung laut tersebut, sama halnya dengan seorang guru, guru memiliki pengetahuan dan wawasan yang begitu luas dan semua itu akan diwariskan kepada anak didiknya. Guru akan mengajarkan segala hal yang diketahui dan dimilikinya untuk anak-anak didiknya. Tanpa mengenal lelah dan mengharapkan imbalan seorang guru akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Ilmu pengetahuan tidak memiliki batas dan akhir karena ilmu akan  selalu berkembang dari waktu ke waktu seiring berkembangnya zaman. Dunia ada digenggaman tangan kita, itulah istilah yang sering kita dengar, dengan banyak membaca, menonton televisi, mendengarkan radio, internet, dsb. Maka ilmu pengetahuan yang kita miliki akan semakin bertambah.
Laut memilik terumbu karang yang digunakan sebagai rumah oleh makhluk hidup disekitarnya. Terumbu karang bagaikan pondasi yang kokoh membentang disepanjang lautan. Guru itu seperti batu karang karena guru adalah seorang yang memiliki jiwa yang keras, memiliki tujuan untuk melindungi anak-anak didiknya dari segala hal yang berpengaruh buruk. Guru bertugas untuk membangun pondasi-pondasi kehidupan  dalam diri anak-anak didiknya. Membangun pondasi-pondasi kokoh yang bertujuan untuk membangun kepribadian dan pendirian yang baik, karena suatu saat pondasi tersebut akan menjadi  cikal bakal kekuatan bangsa dan Negara  yang juga akan menjadi pandangan hidup seluruh dunia.
Seorang guru memilik sifat seperti ombak besar di laut, dimana ia akan menghantarkan gelombang-gelombang ilmu bagaikan keras ombak yang tak henti-hentinya datang , sehingga anak didiknya memiliki pengetahuan yang luas dan semakin padat seperti pasir yang tergerus oleh ombak. Air laut memiliki kekuatan yang besar untuk memberikan kehidupan, air laut juga memiliki kekuatan yang besar untuk memberikan kehancuran disekitarnaya. Sebagai seorang  guru, guru memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira. guru sangat berperan akan nasib dan masa depan generasi muda yang akan datang. Nanun guru tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda tapi guru bisa membangun generasi muda untuk masa depan. Hal yang perlu diingat untuj generasi guru dan generasi muda yang akan datang bahwa Tidak ada akhir dari perjalanan hidup. Perjalanan hidup akan selalu dimulai dan dimulai inilah awal dari perjalanan hidup


Sunday, July 8, 2012

PROSES BELAJAR BERHASIL JIKA PAIKEM BERSAMA BU ENDANG


PAIKEM CS-an dengan BU ENDANG
Proses belajar dapat berhasil bukan hanya didukung oleh Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif efektif dan Menyenangkan saja, tapi haru didukung pula oleh "BU ENDANG" - BUku ENak Dibaca dan menyenANGkan,.
Literatur yang berbau teks saja tentunya perlu diinovasikan. Sebuah literatur yang tebal dan penuh tulisan-tulisan dan berhuruf rapat, kurang menyenangkan dan tidak mengudang orang untuk bertandang. Fisik buku harus mulai berubah, sampul muka (Cover) harus pula berbenah wajah. Penggunaan fontasi yang bervariasi dan dengan bahasa yang "tidak tertekan" namun relevan pasti akan menyenangkan. Menghargai pikiran yang dilontar para ahli, bahwa manusia itu memilki kecerdasan ganda, maka  desain buku harus dijumpakan dengan pemikiran itu. Buku harus didampingi dengan "grafik artis" yang menyenangkan, karena kecerdasan visual akan mengantarkan orang senang membaca. Inilah sebuah kunci, bahwa PAIKEM yang sekarang menjadi pembicaraan seksi, akan miskin gizi tanpa didukung oleh BU-ENDANG (Buku enak dibaca dan menyenangkan)

Saturday, July 7, 2012

GURU BAGAIKAN MENGAIL IKAN


KONTRIBUTOR:
NAMA         : SITI NUR HIDAYAH
ALAMAT      : Dsn. Semambung RT 02 RW 05, Driyorejo,Gresik.
PENDIDIKA   : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
JURUSAN    : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Guru adalah malaikat dunia yang memberikan jalan kepada generasi muda bangsa untuk meraih cita-cita, dengan hati yang tulus beliau berbagi ilmu kepada peserta didiknya, yang beliau inginkan bukanlah sekedar harta sebagai balasannya, tetapi jerih payahnya akan lebih terbayarkan apabila anak didiknya mampu meraih prestasi setinggi-tinginya, beliau selalu ada  ketika anak didiknya membutuhkan bantuannya, dengan senyum kesabaran, beliau mengajarkan pendidikan setiap harinya, keterbatasan yang setiap kali menghadang didepan mata sering ia hiraukan demi mewujudkan keinginannya, keinginan yang sungguh luar biasa dan mulia, yaitu mampu menghantarkan generasi muda bangsa kegerbang keberhasilan nantinya. Guru kau adalah manusia yang telah dihadirkan dibumi ini untuk selalu memberikan penerangan agar tidak ada yang tersesat dalam sebuah jalan menuju kegelapan.

            Guru itu seperti cara memancing ikan, dalam proses memancing ikan dibutuhkan alat-alat yang dapat menunjang kita untuk nantinya dapat memperoleh hasil pancingan yang optimal, begitu juga halnya sebagai seorang guru, seorang guru untuk dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas, maka juga harus memerlukan peralatan untuk dapat menghasilkan sebuah hasil yang optimal pula, namun, sebelum menggunakan peralatan yang telah disiapkan, langkah utama yang harus diperhatikan adalah kualitas guru, kualitas seorang guru harus baik  terlebih dahulu, baik dalam menguasai materi pembelajaran disekolah, kemudian penerapan pendidikannya disekolah, cara mengajarnya, dan lain sebagainya. Karena apabila kualitas guru sudah baik maka dalam proses penerapan pembelajaran disekolah juga akan baik pula.

            Dalam proses memancing ikan, peralatan yang dibutuhkan untuk memancing ikan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi memancing. Memancing ikan disungai tentunya peralatannya berbeda dengan memancing ikan dilaut, nah.., begitu pula sama halnya dengan proses pembelajaran, guru harus pandai dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, artinya dalam melaksanakan proses belajar mengajar , seorang guru harus dapat mereka-reka sisi penunjang dalam proses pembelajaran serta sisi penghambatnya ketika melakukan proses mengajar dilapangan  tempat ia mengajar nantinya.
alat-alat utama yang diperlukan dalam memancing ikan, diantaranya adalah:
·       Joran: menjadi bagian terpenting dalam daftar macam-macam peralatan memancing ikan, sebab tanpa joran pemancing akan kesulitan untuk menyimpan pancing ditempat yang penuh ikan,
·       Joran juga diperlukan untuk seorang guru, arti joran bagi guru itu sendiri adalah:
* J nya mewakili kata JUJUR
* O nya mewakili kata OPTIMIS
* RA nya mewakili kata RAJIN
* sedangkan N nya mewakili kata NIAT yang tulus dan baik.
 Jadi JORAN juga harus dimiliki seorang guru untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal dan agar menghasilkan hasil yang optimal pula.
·       Pancing juga menjadi alat utama dalam macam-macam peralatan memancing ikan, sebab tanpa pancing, ikan yang makan umpan akan mudah lepas, alat ini dimanapun lokasinya harus tetap ada,yang berbeda hanyalah variasi dan kekuatannya.
·       Pancing juga sangat diperlukan oleh seorang guru agar terwujud sebuah pempelajaran yang aktif dan menarik bagi seorang siswa sehingga dalam mengikuti pembelajaran, siswa merasa nyaman dan tidak merasa terbebani dalam belajarnya, maksud Pancing disini adalah seorang guru harus pandai memancing suasana kelas, agar tercipta pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik.
·       Alat yang dibutuhkan dalam memancing selanjutnya adalah Umpan, Umpan adalah sesuatu yang biasanya dipasang dipancing yang digunakan untuk menarik perhatian ikan yang akan dipancing. Semakin kecil ikan yang akan dipancing maka harga umpannya pun tidak terlalu mahal. Bahkan jika kita memancing disungai, kita dapat menggunakan cacing sebagai umpannya, dan cacing dapat kita peroleh dengan mencarinya dipinggir selokan dan tanah yang gembur.
·       Umpan juga dibutuhkan oleh seorang guru, Umpan yang dimaksud disini adalah Usaha Mencuri Perhatian siswa, jadi seorang guru harus mampu menarik perhatian siswa agar ia mau mengikuti proses pembelajaran dengan baik, umpan yang digunakan dapat berupa Metode-Metode yang menarik dalam pembelajaran, agar siswa timbul rasa tertarik untuk belajar.
Nah.., itu adalah alat-alat atau hal-hal yang digunakan dalam menunjang keberhasilan dalam memancing dan dalam guru mewujudkan keberhasilan dalam proses belajar mengajar.
Selanjutnya adalah cara memancing ikan itu sendiri,

     Dalam memancing ikan hal yang utama diperlukan adalah usaha, kesabaran,  dan selanjutnya adalah ikhtiar kepada Y.M.E, sama halnya sebagai seorang guru,  seorang guru harus mempunyai usaha yang gigih untuk menghasilkan peserta didik yang unggul dan berkualitas, tidak hanya usaha saja yang dituntut untuk dimiliki setiap guru, melainkan guru harus mutlak memiliki hal itu, tetapi juga kesabaran yang tinggi ketika melakukan proses belajar mengajar dilapangan, karena setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda dibidangnya, jadi kesabaran seorang guru itu sangatlah dibutuhkan, dan jika usaha serta kesabaran sudah kita lakukan sebagai seorang guru, maka yang terakhir adalah ikhtiar dengan hasil yang akan kita dapatkan nantinya, karena barang siapa yang menanam kebaikan, maka hasil akhirnya nanti akan baik pula.
Guru adalah sepeti cara memancing, yang dalam pelaksanaan dibutuhkan sebuah usaha, kesabaran yang tinggi serta ikhtiar kepada Yang Maha Esa.


Guru itu seperti mata kail ikan, tajam pemikirannya hingga mampu menembus semua lapisan insan manusia.



PROSES BELAJAR MENGAJAR BAGAIKAN MEMBUAT KUE


 KONTRIBUTOR:
Nama    : SRI GATI ATI
Jur/ang/kel/’nim: PGSD /2011 – A/1180000006
Univ       : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
Email :gati _imo3t@yahoo.co.id
Alamat : jalan menanggal 4 /20 A

Membuat kue harus mengerti dan paham tentang bahan – bahan yang akan dipakai
Sebelum pembelajaran akan diberikan oleh siswa, guru harus mengerti terlebih dahulu bahan yang akan diberikan kepada siswanya dan sebelum pembelajaran di mulai guru harus bisa memahami dirinya sendiri meliputi  kemampuan yang dimiliki dan penempatan diri .guru harus memiliki kemampuan dalam segala hal agar guru dianggap sebagai orang terhebat oleh siswanya agar siswa dapat termotivasi. Selai itu guru harus bisa memahami karakteristik peserta didiknya
Salah satu bahan pembuatan kue adalah Pengembang kue
Guru ibarat pengembang artinya dimana guru selalu mengembangkan bakat – bakat yang dimilki oleh siswanya. Mulai dari kita yang belum bisa menulis dan membaca, guru mengajari kita dengan sabar dan akhirnya pun kita bisa menulis dan membaca. Adapun diantara kita memiliki bakat melukis, menari  dll tanpa lelah guru lah yang mengembangkan dan mengasah bakat kita
Membuat kue harus mengerti langkah demi langkah adonan yang akan dicampur
Sama dengan halnya guru harus tahu tentang peserta didiknya bagaimana langkah  - langkah ia harus mendidik siswanya. Dalam pengambilan langkah guru tidak boleh salah dan guru tidak boleh menjadikan malpraktek kepada siswanya. Jika kita seorang dokter membuat malpraktek kpada pasiennya tidak masalah karena korban yang terkena dampkanya adalah seorang berbeda dengan guru jika membuat anak bahan malpraktek akan berdampak berkelanjutan pada peserta didik tersebut
Membuat  kue membutuhkan daya kreatifitas agar hasil pembuatan kue beragam dan tentunya enak
Sama dengan halnya. Guru harus kreatif agar murid didiknya tumbuh menjadi siswa yang kreatif. Guru yang terhebat adalah guru yang mempunyai kreatifitas yang tinggi misalnya dalam hal pembuatan strategi ataupun dalam metode pembelajaran  guru harus mempunyai kreatifitas agar anak tetap senang dan nyaman dalam pembelajaran
Membuat kue adalah tantangan,jika masakan salah maka kue tersebut tidak berguna dan akan sia-sia
menjadi guru adalah hal yang terberat karena jika kita salah memberikan pembelajaran maka siswa kita tidak akan berguna. Dimana setiap anak adalah harapan orang tuanya, jzdi sangatlah penting setiap keberhasilan anak di mata orang tua mereka. Namun tidak hanya orang tua yang menompangkan harapan nya, karena negara ini juga menanti perjuangan dari generasi penerus.
Membuat kue dapat dilakukan oleh semua orang asalkan mau berusaha dan mempunyai hati yang tulus
Semua orang bisa menjadi guru asalkan berniat dan mau berusaha menjadi guru terhebat yang paling terpenting adalah tulus dari hatinya karena menjadi seorang guru harus mempunyai kesabaran yang sangat luar biasa

Engkau membimbingku
Engkau mendidikku
Engkau adalah pelita
Yang menerangi ke gelapan
Jasamu begitu besar
Mencerdaskan putra – putri bangsa
Terima kasih guruku
Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa

Seorang guru yang jujur harus berniat agar muridnya lebih pintar daripadanya, manakala seorang murid yang jujur harus pula mengakui kepintaran gurunya.

HORMATI GURU = MENGHORMATI ORANG TUA MU SENDIRI

GURU BAGAIKAN CARA MEMBUAT PATUNG/ PRASASTI


KONTRIBUTOR:

Nama     : Evi Yunita                         
Alamat email  : yunitaevi@rocketmail.com
Face Book/ FB   : Yunita Evi
Patung/ prasasti adalah sebuah karya seni pahat yang dihasilkan oleh manusia. Patung dapat juga dijadikan ikon/ simbol dari sebuah sejarah yang akan dikenang di masa yang akan datang. Maka menurut saya, guru adalah ibarat orang/ seniman yang sedang memahat patung/ prasasti. Media untuk memahat dapat berupa sebuah batu, kayu, tanah liat, dll. Dimana jika guru ibarat seorang pemahat patung, maka medianya adalah siswa/ murid. Dalam membuat patung ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti :
·       Memahami jenis bahan yang akan digunakan
Yaitu apakah jenis bahan yang digunakan mudah/ sukar untuk dipahat, sulit atau mudah hancur ketika di pahat. Sama halnya dengan guru, bahan yang di hadapi adalah siswa. Guru harus memahami karakteristik seorang murid sebelum ia mengajar.
·       Siapkan batu/ kayu untuk di pahat
Yaitu bahan yang akan digunakan untuk membuat patung. Jika oleh guru yaitu menyiapkan para siswa untuk belajar.
·        Lakukan pemotongan dengan gergaji dari 4 sisi, pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
Pemotongan yang dilakukan adalah untuk mendapatkan bentuk kasar dari bentuk yang diinginkan. Oleh guru adalah memberikan pembelajaran untuk menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Memberikan gambaran tentang masa depan yang akan mereka raih suatu saat nanti.
·        Buatlah bentuk global, bandingkan dengan gambar/ pola/ gagasan dengan amplas supaya halus.
Bentuk global disini adalah bentuk yang sudah mendekati dimana bentuk aslinya. Pada guru, bentuk global yang di kisahkan adalah bentuk nyata atau gambaran kongkrit tentang masa depan para siswa.
·       Lanjutkan dengan membuat bentuk ujung lebih detail/ sempurna dan haluskan dengan amplas lagi.
Melanjutkan bentuk yang lebih detail/ sempurna yaitu dengan memperjelas lekukan atau sudut-sudut pembentuk patung yang diinginkan untuk dapat dijadikan patung yang sesungguhnya. Pada guru, yaitu melanjutkan dengan cara membentuk/ memperjelas pembelajaran yang di ajarkan agar mencapai suatu tujuan pembelajaran tersebut.
·       Difinishing dengan menggunakan cat acrilyc/ melamin
Ini yang di sering disebut finishing, dimana dalam suatu karya patung yang terbuat dari kayu biasanya pada hasil akhirnya adalah pengecatan. Jika pada guru, siswa yang telah siap untuk lepas pada dunia yang nyata ( lulus ) maka guru hanya dapat mengarahkan mereka dengan saran-saran untuk langkah selanjutnya. Dengan pembekalan yang sudah diberikan.

            Jadi guru adalah orang yang telah memahatkan berkas-berkas pada goresan pada siswa yang telah diibaratkan sebagai batu atau kayu polos utuh yang belum terbentuk dengan apapun. Gurulah yang akan memberikan bentuk-bentuk itu untuk dijadikan sempurna. Maka setiap goresan atau pahatan itu sangat berarti bagi hidup para calon pemahat masa depan.


Setiap goresan tinta dalam kahidupan kita akan menentukan jalan hidup kita, tergantung pada kita, tinta apa yang akan kita goreskan.
Dan
Selangkah saja kita salah, maka sampai akhirpun langkah kita akan salah jika tak ada usaha untuk memperbaikinya

Monday, July 2, 2012

PUBLIC SPEAKING FOR TEACHER

Memang jarang diberikan dalam kelas Public Speaking itu, kendati hal ini penting. Profesi pendidik tentu harus memonopoli kepiawaian ini, karena guru sebagai agen perubahan setidaknya memiliki kemampuan ini akan mudah memasarkan ide-idenya. Dalam buku ini detil kemampuan, mulai dari pemahaman hakikat pentingnya komunikasi publik, juga tata urutan yang harus dilaksanakan.