Google

Tuesday, August 7, 2012

GURU BAGAIKAN SARINGAN


Motto :
“Kehidupan akan bermakna indah bila dalam hidup ada pengorbanan. Tapi hidup akan terasa gelap bila dalam hidup penuh dendam dalam hati. Maka, jadilah orang yang pemaaf”


Guru bagaikan saringan

Apakah guru bisa diibaratkan sebagai saringan? Tentu saja bisa. Kita lihat dari segi manfaat saringan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat dari saringan adalah sebagai penyaring daun teh yang dicampur dengan air hangat. Agar ketika air teh yang nantinya kita minum tidak tercampur dengan ampas daun teh tersebut. Sehingga, kita bisa menikmati teh hangat secara nikmat dan tidak perlu lagi untuk memilah satu persatu daun teh mana yang akan kita ambil.
Begitu pula dengan guru,
Sebagai guru yang profesional. Sebelum mengajar, guru terlebih dulu menyiapkan materi  mana yang akan disampaikan kepada peserta didiknya serta  disesuaikan dengan sub bab yang akan diterangkan saat ini. Agar tidak terjadi penyimpangan materi. Sehingga, siswa dapat menerima materi dengan tepat, benar, dan akurat. Tidak ada lagi kata ragu-ragu dalam materi yang ia terima. Jadi, ketika siswa menerapkan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari anak akan merasa percaya diri.
Belajar dari kegunaan saringan teh yaitu sebagai menyaring daun teh,
Dalam pembelajaran yang diharapkan seorang guru ketika menyampaikan materi, anak didiknya mampu memahami dan mengerti materi yang disampaikannya. Suatu contoh, ketika guru tiba-tiba memberikan pertanyaan disela-sela beliau menerangkan. Tentu saja, dalam hal ini seorang guru menginginkan anak didiknya tanggap dan mampu menyaring informasi-informasi yang beliau sampaikan sehingga dengan cepatnya siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.
Tidak hanya itu, guru adalah panutan masyarakat. Seorang guru haruslah berperilaku yang baik seperti halnya bertutur kata sopan sampai cara berpakaian pun diperhatikan. Sifat jelek dan baiknya guru dapat ditentukan dari mata masyarakat sekitar.
Layaknya fungsi teh untuk memilah air teh dengan ampas daun teh. Tentu yang baik untuk kita minum kita ambil air tehnya bukan ampas daun teh.
Dalam pembelajaran pun guru selalu mengingatkan kepada siswanya agar tidak lupa untuk selalu belajar agar ketika ujian mendapat hasil yang memuaskan. Akan tetapi, jika tidak belajar maka akan mendapat nilai yang jelek. Dari contoh sekecil ini pun siswa bisa membedakan antara perilaku yang baik dan buruk.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru bagaikan saringan teh ialah mengajarkan agar para siswa dapat berfikir secara cepat, tanggap akan materi yang disampaikan oleh guru, serta mampu membedakan mana sesuatu hal yang baik dan buruk untuk dirinya.
KONTRIBUTOR

ANIS NURHAYATI
PGSD 2011 E / 11-800-0221
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

No comments: