Google

Tuesday, August 14, 2012

GURU DAN TIMMY TIME


Pada dasarnya anak-anak sekolah dasar masih senang bermain. Dimanapun dan kapanpun mereka berada, mereka akan senang bermain, entah itu di lingkungan tempat tinggalnya ataupun di lingkungan sekolahnnya. Di sini tugas guru dan calon guru seperti saya yaitu harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak sekolah dasar.
Acara Timmy Time yaitu acara anak yang menghadirkan tokoh kartun berbagai bayi binatang yang sedang sekolah. Ada bayi domba (sebagai Timmy), babi, burung hantu,  bebek, anjing, kucing, ulat, musang, landak, kambing, dan guru-guru binatang. Acara Timmy Time menghadirkan berbagai cerita menarik dan memiliki pesan moral yang baik bagi anak-anak sekolah dasar untuk dijadikan acuan dalam model belajar dan pembelajaran yang PAKEM ( Pembelajaran, Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).
Dalam salah satu judulnya yaitu ketika salah satu gurunya membuat permainan jual beli. Sebagian dari mereka menjual dan sebagian lainnya membeli. Untuk mendapatkan apa yang di inginkan mereka harus mencapai koin yang telah ditentukan, Timmy bersama si kucing berjualan, Timmy berusaha menjual semua barang-barangny, tetapi tidak laku dan ketika melihat si kucing habis menjual barang-barang dagangannya dan mendapatkan koin sekantong penuh, si Timmy merasa sedih karena barangnya tidak laku terjual, dengan rasa penasaran Timmy mengikuti si kucing membeli mainan yang disukainya. Karena si kucing tidak tahu bahwa kantong koinnya sobek dan sebagian koinnya jatuh berserakan. Dengan ketidaktahuan dan kenakalan si Timmy, koin yang jatuh di ambilnya dan dimasukkan dalam kantongnya. Setelah sampai pada toko mainan, si kucing membeli pesawat mainan seharga 4 koin, namun koin yang dimilikinya tinggal 1 koin, si kucing bingung dan sedih. Kemudian si Timmy datang dan membeli mainan yang di pilih kucing, namun koin yang dimiliki Timmy hanya 3 koin, dengan inisiatif Timmy koin miliknya dan milik si kucing disatukan dan mereka mendapatkan mainan tersebut dengan rasa senang.
Dalam sekolah dasar, guru dapat menerapkan model pembelajaran “Timmy Time”. Anak-anak diajarkan sebuah peran dan kekreatifan ide untuk tidak mudah putus asa  dan karena  kenakalannya, Timmy dan si kucing saling berbagi dan saling tolong menolong,
            Model pembealajaran yang PAKEM seperti acara “Timmy Time” sangat membantu para guru untuk mengaplikasikan dalam pembelajaran anak usia dasar.


 
 SEKILAS KONTRIBUTOR:

Hai, aku salah satu mahasiswi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2011. Namaku Erly Vianti Y.D.A, umur 20 tahun, hobiku jalan-jalan dan mengabadikan diri. Cita-citaku ingin membangun sekolah dasar yang menggunakan bahasa jawa sebagai salah satu bahasa wajib dalam keseharian di sekolah. Amin  yha Allah ... ^_^

No comments: